Produktif dalam Hidup


Hidup disebut produktif jika kita memiliki posisi yang jelas dan bernilai ditengah-tengah jutaan penghuni bumi ini. Artinya, kita tidak sekedar menerima, tetapi juga sanggup memberi semampu kita dan tidak menjadi beban bagi orang lain.

Seorang bapak-bapak bernama Juju,  yang berusia lanjut masih menaiki pohon kelapa untuk mendapatkan nira yang kemudian akan dijual. Ia telah memanjat kelapa sejak puluhan tahun. Setelah shalat Magrib, biasanya ia berangkat ke kebun lalu memanjat kelapa untuk menyimpan lodong agar air nila tertampung di dalamnya. Kemudian
setelah Shubuh ia kembali mengambil lodong itu dan menggantinya dengan yang baru.
Ketika ditanya apakah bapak enggak lelah? tiap hari harus memanjat pohon kelapa yang jumlahnya lumayan banyak? ia menjelaskan, “Yang namanya badan pasti lah cape. Tapi saya tidak ingin menjadi beban buat anak-anak. Selama saya mampu saya akan memanjat untuk menafkahi kehidupan keluarga."

Ada juga Pak Sugeng yang mengalami kecelakaan dan harus diamputasi kakinya. Tapi beliau tidak menyerah dalam hidup ini bahkan dia ingin berkarya dan bermanfaat bagi banyak orang. Dia semula membuat kaki palsu untuk dirinya sendiri agar bisa bergerak dan berkarya serta bermanfaat bagi sesama. Dia terus memotivasi bahkan menjadi inspirasi bagi orang lain yang senasib dengannya.

Pada waktu diwawancarai dalam acara reality show Kick Andy, banyak pemirsa yang melihat dan bertanya ke kickandy.com meminta alamatnya untuk memesan kaki palsu bikinan Pak Sugeng. Dan acara itu mampu membangun semangat hidup orang yang memiliki nasib yang sama dengan Pak Sugeng. Pak Sugeng dengan karyanya dan motivasinya mampu menggugah dan membangunkan gairah hidup sesama. Bahkan, mampu menarik hati menteri dan para pengusaha untuk membantu orang-orang yang senasib dengannya melalui gerakan seribu kaki palsu.

KH. Abdullah Wasi’an di usianya yang udah 90 tahun, beliau masih terus menulis dan berkarya dengan mesik ketik tuanya dan kaca pembesar mengiringi dan menyertainya untuk terus menulis dan berkarya bagi umat.

Beberapa kisah singkat tersebut di atas tentunya harus menjadi bahan renungan bagi kita, jika kita menginginkan kebaikan bagi diri dan sesama. Kita jangan sampai menjadi orang yang tidak berguna. Jangan sampai menjadi seperti seonggok benda yang tidak bermanfaat!

Sehina-hina manusia adalah orang yang hanya bisa makan, minum, dan tidur, serta tidak memberikan manfaat sama sekali bagi orang lain. Orang seperti itu dicoret dari daftar orang-orang mulia. Sebab ia sendiri telah menghapus namanya dari daftar kehidupan yang berguna. Dalam lembaran hidupnya tidak ada kata memberi, berkorban atau berkarya. Ia lebih pantas berada dalam deretan benda-benda mati. Bedanya dengan benda mati hanyalah makan dan minum. Ia lebih tepat berada di liang kubur. Bedanya dengan penghuni kuburan hanyalah tertawa dan tertidur.

Seorang alim yang sibuk mengurus dirinya sendiri hingga meninggalkan kewajibannya mengajari manusia, dicoret dari daftar orang-orang yang akan kekal dalam kebahagiaan akherat.

Kafilah kehidupan tidak menunggu orang-orang malas. Ia hanya bersedia mengangkut orang-orang yang giat dan produktif. Tempat duduk yang tersedia di kafilah itu terbatas serta sudah dipesan, dan waktu keberangkatannya pun tidak mau kompromi untuk menunggu orang yang datang terlambat. Dalam kendaraan kesuksesan tidak ada satu pun tempat duduk untuk para pemalas.

Era kemuliaan dimulai. Orang-orang yang akan menjadi pemain utama di era ini adalah orang yang kehidupannya memberi manfaat pada orang-orang sekitarnya. Mereka juga adalah orang-orang yang mau meringankan beban orang lain, mengangkat harkat dan martabat serta berpihak pada orang lemah dan tertindas.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Salam bersabda yang artinya:
“Sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain”.

Dengan menghadirkan beragam cara dalam melakukan sesuatu, saya hanya berharap semoga blog sederhana ini dapat memberi manfaat kepada kita semua. Karena sampai saat ini, hanya inilah produktifitas yang dapat saya lakukan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Produktif dalam Hidup"

Post a Comment